METODE AVERAGE
( Rata-Rata )
Metode dimana penilaian persediaan
yang didasari atas harga rata-rata dalam periode yang bersangkutan.
Besar kecilnya nilai persediaan yang masih ada dan harga pokok barang
yang dijual, dipengaruhi oleh metode yang dipakai dalam metode rata-rata
adalah :
(1) sistem fisik yang dibagi menjadi metode rata-rata
sederhana dan metode rata-rata tertimbang ;
(2) sistem perpetual (metode
rata-rata bergerak).
- Metode rata-rata sederhana :
Biaya perunit = Total harga perunit pembelian
Frekuensi pembelian
Nilai persediaan akhir = Persediaan akhir x biaya perunit
Harga pokok penjualan = unit yang dikeluarkan x biaya perunit
- Metode rata-rata tertimbang :
Biaya perunit = Jumlah harga perunit x banyaknya unit
Banyaknya Unit
Nilai persediaan akhir = persediaan akhir x biaya perunit
Harga pokok penjualan = unit yang dikeluarkan x biaya perunit
- Metode rata-rata bergerak :
Metode ini diselenggarakan dengan kartu persediaan dan harga pokok
perunit persediaan selalu berubah setiap terjadi pembelian barang baru.
Harga pokok rata-rata = harga perolehan lama + harga perolehan baru
Unit barang lama + unit barang baru
Tampilkan postingan dengan label PERSEDIAAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PERSEDIAAN. Tampilkan semua postingan
LIFO
METODE LIFO
(Last In First Out)
Metode dimana barang yang dibeli lebih akhir, dianggap
dikeluarkan lebih awal. Dengan demikian, setiap terjadi suatu
transaksi penjualan, maka harga pokok barang yang terjual dinilai
berdasarkan harga barang yang dibeli lebih akhir masuk.
FIFO
Metode Fifo
(Fist In First Out).
Metode dimana barang yang dibeli lebih awal, dianggap
dikeluarkan lebih awal pula. Dengan demikian, setiap terjadi suatu
transaksi penjualan, maka harga pokok barang yang terjual dinilai
berdasarkan harga barang yang dibeli lebih awal.
KARAKTERISTIK PENCATATAN FISIK pada perusahaan dagang
Disediakan satu akun yang disebut Persediaan Barang Dagang dalam
buku besar perusahaan. Akun ini digunakan untuk mencatat persediaan
barang dagang yang ada di awal dan akhir periode. Persediaan barang
dagang yang ada di awal dan akhir periode itu sendiri ditentukan dengan
jalan melakukan perhitungan fisik terhadapnya. Pencatatan untuk
persediaan awal dan akhir dilakukan dengan membuat jurnal penyesuaian.
Akun lawan untuk jurnal penyesuaian persediaan adalah Ikhtisar Laba
Rugi.
Disediakan satu set akun yang digunakan untuk mencatat
transaksi-transaksi pembelian barang dagang serta transaksi-transaksi
lain yang berhubungan dengannya. Misalnya, transport pembelian, potongan
pembelian serta pembelian retur dan pengurangan harga. Saldo dari set
akun ini bila digabungkan akan merupakan pembelian bersih.
Harga pokok
penjualan selama periode tertentu dihitung dengan menggunakan secara
berikut :
Persediaan barang dagang pada awal periode
+
Pembelian bersih selama periode
=
Persediaan tersedia dijual
-
Persediaan pada akhir periode
=
Harga pokok penjualan
KARTU PERSEDIAAN
KARTU SEDIAAN
Dalam metode saldo permanen setiap jenis barang dibuatkan satu catatan
tersendiri yang disebut kartu sediaan (inventory card).
Kumpulan dari kartu sediaan, untuk semua jenis barang yang ada, disebut
buku stok atau buku persediaan. Ada tiga hal yang dicatat dalam kartu sediaan, yaitu penambahan, pengurangan dan saldo yang ada setelah
terjadinya suatu transaksi. Kartu sediaan menyediakan tiga kolom untuk hal
tersebut. Masing-masing kolom dibagi dalam tiga sub kolom yang berisi:
banyaknya unit (kuantitas), harga pokok/unit dan jumlah (kuantitas
dikalikan harga pokok/unit). Tiap transaksi dicatat kuantitas
barangnya, harga pokok/unit jumlah nilainya.
|
( NAMA
PERUSAHAAN )
“KARTUSEDIAAN”
|
||||||||||
|
TGL
|
MASUK
|
KELUAR
|
SALDO
|
|||||||
|
UNIT
|
HARGA
|
JUMLAH
|
UNIT
|
HARGA
|
JUMLAH
|
UNIT
|
HARGA
|
JUMLAH
|
||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Penambahan dalam kartu sediaan, biasanya berasal dari pembelian barang
dagang. Di samping pembelian, penambahan dalam kartu sediaan juga dapat
berasal dari penjualan retur. Pengurangan dalam kartu sediaan, pada
umumnya berasal dari penjualan barang dagang. Pengurangan dapat juga
terjadi dari pembelian retur.

