Tampilkan postingan dengan label PERSEDIAAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PERSEDIAAN. Tampilkan semua postingan

AVERAGE

Rabu, 14 November 2012 0 komentar

METODE AVERAGE
( Rata-Rata )

Metode dimana penilaian persediaan yang didasari atas harga rata-rata dalam periode yang bersangkutan. Besar kecilnya nilai persediaan yang masih ada dan harga pokok barang yang dijual, dipengaruhi oleh metode yang dipakai dalam metode rata-rata adalah :
(1) sistem fisik yang dibagi menjadi metode rata-rata sederhana dan metode rata-rata tertimbang ;
(2) sistem perpetual (metode rata-rata bergerak).


- Metode rata-rata sederhana :
Biaya perunit                           = Total harga perunit pembelian

Frekuensi pembelian
Nilai persediaan akhir             = Persediaan akhir x biaya perunit
Harga pokok penjualan           = unit yang dikeluarkan x biaya perunit

-    Metode rata-rata tertimbang :
Biaya perunit                           = Jumlah harga perunit x banyaknya unit

Banyaknya Unit
Nilai persediaan akhir             = persediaan akhir x biaya perunit
Harga pokok penjualan           = unit yang dikeluarkan x biaya perunit

-       Metode rata-rata bergerak :

Metode ini diselenggarakan dengan kartu persediaan dan harga pokok perunit persediaan selalu berubah setiap terjadi pembelian barang baru.

Harga pokok rata-rata = harga perolehan lama + harga perolehan baru
Unit barang lama + unit barang baru

LIFO

 METODE LIFO
(Last In First Out)
Metode dimana barang yang dibeli lebih akhir, dianggap dikeluarkan lebih awal. Dengan demikian, setiap terjadi suatu transaksi penjualan, maka harga pokok barang yang terjual dinilai berdasarkan harga barang yang dibeli lebih akhir masuk.

FIFO

Metode Fifo 
(Fist In First Out).
 
 
Metode dimana barang yang dibeli lebih awal, dianggap dikeluarkan lebih awal pula. Dengan demikian, setiap terjadi suatu transaksi penjualan, maka harga pokok barang yang terjual dinilai berdasarkan harga barang yang dibeli lebih awal.




KARAKTERISTIK PENCATATAN FISIK pada perusahaan dagang

Disediakan satu akun yang disebut Persediaan Barang Dagang dalam buku besar perusahaan.  Akun ini digunakan untuk mencatat persediaan barang dagang yang ada di awal dan akhir periode.  Persediaan barang dagang yang ada di awal dan akhir periode itu sendiri ditentukan dengan jalan melakukan perhitungan fisik terhadapnya.  Pencatatan untuk persediaan awal dan akhir dilakukan dengan membuat jurnal penyesuaian.  Akun lawan untuk jurnal penyesuaian persediaan adalah Ikhtisar Laba Rugi. 


 Disediakan satu set akun yang digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi pembelian barang dagang serta transaksi-transaksi lain yang berhubungan dengannya.  Misalnya, transport pembelian, potongan pembelian serta pembelian retur dan pengurangan harga.  Saldo dari set akun ini bila digabungkan akan merupakan pembelian bersih.  


Harga pokok penjualan selama periode tertentu dihitung dengan menggunakan secara berikut : 

Persediaan barang dagang pada awal periode
+
Pembelian bersih selama periode
=
Persediaan tersedia dijual
-
Persediaan pada akhir periode
=
Harga pokok penjualan

KARTU PERSEDIAAN

KARTU SEDIAAN 

Dalam metode saldo permanen setiap jenis barang dibuatkan satu catatan tersendiri yang disebut kartu sediaan (inventory card).  Kumpulan dari kartu sediaan, untuk semua jenis barang yang ada, disebut buku stok atau buku persediaan.  Ada tiga hal yang dicatat dalam kartu sediaan, yaitu penambahan, pengurangan dan saldo yang ada setelah terjadinya suatu transaksi.  Kartu sediaan menyediakan tiga kolom untuk hal tersebut.  Masing-masing kolom dibagi dalam tiga sub kolom yang berisi: banyaknya unit (kuantitas), harga pokok/unit dan jumlah (kuantitas dikalikan harga pokok/unit).  Tiap transaksi dicatat kuantitas barangnya, harga pokok/unit jumlah nilainya.

 
( NAMA PERUSAHAAN )


METODE           : …………………………..
NO. PESANAN : …………………………..
TGL . PESAN     : …………………….…….
TGL . SELESAI   : ………………………….
                          “KARTUSEDIAAN”               

TGL
MASUK
KELUAR
SALDO
UNIT
HARGA
JUMLAH
UNIT
HARGA
JUMLAH
UNIT
HARGA
JUMLAH













































































































































Penambahan dalam kartu sediaan, biasanya berasal dari pembelian barang dagang.  Di samping pembelian, penambahan dalam kartu sediaan juga dapat berasal dari penjualan retur.  Pengurangan dalam kartu sediaan, pada umumnya berasal dari penjualan barang dagang.  Pengurangan dapat juga terjadi dari pembelian retur.